2024/12/10

Yesus Menurut Yahudi, Kristen Dan Islam

 

kisah yesus menurut tiga agama

Oleh: Bang Data.


     Siapakah Yesus Kristus menurut agama Yahudi, Kristen dan Islam? Siapapun yang belajar tentang Kristologi, sedikitnya pasti tahu tentang perbedaannya. Dan di artikel kali ini kami akan membahas Yesus Kristus, baik menurut pandangan para Rabbi Yahudi dan Talmudnya, Alkitab, dan juga Al-Qur'an beserta Hadis.

     Nama Yesus menurut Yahudi adalah Yeshua atau lebih dikenal nama Yesus dari Nazareth. Di Kristen, dikenal dengan nama Yesus. Meskipun pada kenyataanya, beda wilayah dan beda kitab yang digunakannya, maka beda pula dalam penyebutan nama Yesus di dalam Kristen. Misalnya, di dalam Bible berbahasa Aramaik, nama Yesus ditulis dengan nama Eshu.1 Sedangkan di dalam Islam, Nama Yesus disebut dengan nama Isa. Lalu seperti apa, Yesus menurut tiga agama tersebut?

                       

Yesus Menurut Yahudi

     Pandangan orang-orang Yahudi dengan Kristen memiliki jurang pemisah mengenai Yesus, karena orang-orang Yahudi tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Mesias dan juga tanda-tanda kedatangan Mesias itu sendiri. Kenapa Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai Mesias? Karena bagi mereka, Yesus tidak menggenapi nubuat tentang Mesias; Yesus tidak memenuhi kualifikasinya sebagai Mesias; Ayat-ayat bible yang merujuk kepada Yesus (sebagai Mesias), ternyata telah dianggap salah oleh pihak Yahudi dalam menerjemahkannya; kepercayaan Yahudi yang ada tidak berskala global, melainkan lokal.2

     Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus tidak saja berhenti disana, lebih jauh mereka melakukan upaya pencibiran kepada Yesus. Di awal atau akhir abad pertengahan, orang-orang Yahudi telah membuat narasi tentang Yesus yang bernada ejekan terhadap kelahiran, mukjizat, dan kematian Yesus. Istilah tersebut dikenal dengan nama Toledot Yeshu. Revisi paling awal di dalam Toledot Yeshu tidak memuat tentang kisah kelahirannya Yesus. Namun membahas tentang bagaimana Yesus memperoleh kekuatan ajaibnya (menurut satu versi, ia mencuri nama Tuhan dari bait suci); membodohi banyak orang dengan sihir dan mukjizat yang palsu; para rabi mengucilkannya; orang Romawi menghukumnya; ia meninggal sebagai seorang penipu (bahkan tidak tergantung di pohon, tetapi di batang kubis); dan mengalami penguburan layaknya seorang penjahat.3 Tidak hanya itu, Yesus yang dikenal di dalam Talmud sebagai Yesus orang Nazareth, telah dianggap sebagai orang yang berdosa oleh Rabi Yehoshua ben Peraḥya.4 Dan hukuman yang harus diterima oleh Yesus, menurut Talmud, ia harus mandi dengan kotoran yang mendidih.5

 

Yesus Menurut Kristen

     Sumber yang valid dan penting dalam mengisahkan tentang Yesus, menurut Kristen adalah Bible dan juga tulisan Bapa-bapa Gereja. Karena bagi mereka, berita-berita yang terdapat di dalam Perjanjian Baru dan tulisan-tulisan Kristen pada abad 1 dan 2 (Masehi), diyakini sebagai ajaran yang berasal dari Yesus.6 Bagi Kristen, Yesus tidak saja memiliki gelar sebagai Tuhan dan Mesias saja, melainkan memiliki banyak gelar yang telah ia sandang. Gelar yang ia sandang, diantaranya adalah guru/rabbi, nabi, anak manusia, anak Allah, raja. Dan untuk mengetahui penjelasan secara jauh mengenai gelar yang disandang oleh Yesus menurut Kristen, kami sarankan anda untuk membaca Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 2.7

 

Yesus Menurut Islam

     Kisah Nabi Isa atau Yesus, menurut Qur'an, bahwa beliau sebagai utusan untuk Bani Israil saja, dimana beliau telah diberikan mukjizat berupa menghidupkan burung yang mati dan menyembuhkan orang yang sakit atas izin Allah (Qs. 3:79). Karena beliau seorang Nabi (Qs. 19:30), tentunya beliau termasuk orang yang shaleh (Qs. 6:85), dimana keshalehannya bisa menjadi contoh bagi umatnya. Sedangkan mengenai masalah ketuhanan, Yesus tidak pernah menyuruh umatnya untuk menjadikan dirinya dan juga ibunya sebagai Tuhan (Qs. 5:116-117). Justru telah menyuruh umatnya untuk menyembah Allah saja (Qs. 19:36). Oleh karena itulah, akhirnya Nabi Isa pun diselamatkan oleh Allah dari hukuman penyaliban (Qs.4:157-158)

     Kisah Nabi Isa tidak saja di dalam Al-Qur’an, melainkan di dalam hadis yang telah disampaikan pula sabdanya Nabi Muhammad. Contohnya, di dalam Hadis riwayat Muslim, beliau hanyalah seorang hamba Allah.8 Bahkan di akherat kelak, Yesus tidak mampu memberikan syafaat kepada orang lain. Justru beliau menyuruh orang yang meminta syafaat tersebut untuk menemui dan meminta syafaatnya kepada Nabi Muhammad.9

 

     Dari adanya pengisahan Yesus atau Nabi Isa menurut Yahudi, ternyata Yesus begitu sangat direndahkan. Sedangkan Yesus menurut agama Kristen, ternyata telah menempatkan ke tempat yang paling tertinggi, yaitu telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang memiliki banyak gelar. Adapun di dalam Islam, Yesus tidak direndahkan dan tidak pula dilebih-lebihkan. Dalam Islam, beliau diyakini sebagai utusan Allah. Dan yang paling terpenting, Yesus menurut Islam ternyata tidak diyakini sebagai Tuhan.

 

 


Sumber:

1. https://www.thearamaicscriptures.com/matthews-gospel.html  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

2. https://aish.com/why-jews-dont-believe-in-jesus/  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

3. https://www.ancientjewreview.com/read/2014/12/25/a-quick-introduction-to-toledot-yeshu  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

4. https://www.sefaria.org/Sotah.47a.16?lang=bi  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

5. https://www.sefaria.org/Gittin.57a.4?lang=bi  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

6. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 2, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2016), hal. 583

7. Idem., hal. 588-598

8. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/2:41  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

9. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/2:284  diakses pada Tanggal 10 Desember 2024

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar