
Siapakah Yesus Kristus menurut agama Yahudi, Kristen dan Islam? Siapapun yang belajar tentang Kristologi, sedikitnya pasti tahu tentang perbedaannya. Dan di artikel kali ini kami akan membahas Yesus Kristus, baik menurut pandangan para Rabbi Yahudi dan Talmudnya, Alkitab, dan juga Al-Qur'an beserta Hadis.
Nama Yesus
menurut Yahudi adalah Yeshua atau lebih dikenal nama Yesus dari Nazareth. Di
Kristen, dikenal dengan nama Yesus. Meskipun pada kenyataanya, beda wilayah dan
beda kitab yang digunakannya, maka beda pula dalam penyebutan nama Yesus di dalam Kristen.
Misalnya, di dalam Bible berbahasa Aramaik, nama Yesus ditulis dengan nama Eshu.1 Sedangkan di dalam Islam, Nama Yesus disebut
dengan nama Isa. Lalu seperti apa, Yesus menurut tiga agama tersebut?
Yesus Menurut Yahudi
Pandangan orang-orang
Yahudi dengan Kristen memiliki jurang pemisah mengenai Yesus, karena
orang-orang Yahudi tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Mesias dan juga
tanda-tanda kedatangan Mesias itu sendiri. Kenapa Yahudi tidak mengakui Yesus
sebagai Mesias? Karena bagi mereka, Yesus tidak menggenapi nubuat tentang
Mesias; Yesus tidak memenuhi kualifikasinya sebagai Mesias; Ayat-ayat bible
yang merujuk kepada Yesus (sebagai Mesias), ternyata telah dianggap salah oleh pihak
Yahudi dalam menerjemahkannya; kepercayaan Yahudi yang ada tidak berskala global,
melainkan lokal.2
Penolakan orang
Yahudi terhadap Yesus tidak saja berhenti disana, lebih jauh mereka melakukan
upaya pencibiran kepada Yesus. Di awal atau akhir abad pertengahan, orang-orang
Yahudi telah membuat narasi tentang Yesus yang bernada ejekan terhadap kelahiran,
mukjizat, dan kematian Yesus. Istilah tersebut dikenal dengan nama Toledot
Yeshu. Revisi paling awal di dalam Toledot Yeshu tidak memuat tentang kisah kelahirannya Yesus. Namun membahas tentang bagaimana Yesus memperoleh kekuatan
ajaibnya (menurut satu versi, ia mencuri nama Tuhan dari bait suci); membodohi banyak
orang dengan sihir dan mukjizat yang palsu; para rabi mengucilkannya; orang
Romawi menghukumnya; ia meninggal sebagai seorang penipu (bahkan tidak
tergantung di pohon, tetapi di batang kubis); dan mengalami penguburan layaknya
seorang penjahat.3 Tidak hanya itu,
Yesus yang dikenal di dalam Talmud sebagai Yesus orang Nazareth, telah dianggap
sebagai orang yang berdosa oleh Rabi Yehoshua ben Peraḥya.4 Dan hukuman yang harus diterima oleh Yesus,
menurut Talmud, ia harus mandi dengan kotoran yang mendidih.5
Yesus Menurut Kristen
Sumber yang valid
dan penting dalam mengisahkan tentang Yesus, menurut Kristen adalah Bible dan
juga tulisan Bapa-bapa Gereja. Karena bagi mereka, berita-berita yang terdapat
di dalam Perjanjian Baru dan tulisan-tulisan Kristen pada abad 1 dan 2 (Masehi),
diyakini sebagai ajaran yang berasal dari Yesus.6
Bagi Kristen, Yesus tidak saja memiliki gelar sebagai Tuhan dan Mesias saja,
melainkan memiliki banyak gelar yang telah ia sandang. Gelar yang ia sandang,
diantaranya adalah guru/rabbi, nabi, anak manusia, anak Allah, raja. Dan untuk
mengetahui penjelasan secara jauh mengenai gelar yang disandang oleh Yesus
menurut Kristen, kami sarankan anda untuk membaca Ensiklopedi Alkitab Masa Kini
Jilid 2.7
Yesus Menurut Islam
Kisah Nabi Isa
atau Yesus, menurut Qur'an, bahwa beliau sebagai utusan untuk Bani Israil saja,
dimana beliau telah diberikan mukjizat berupa menghidupkan burung yang mati dan
menyembuhkan orang yang sakit atas izin Allah (Qs. 3:79). Karena beliau seorang
Nabi (Qs. 19:30), tentunya beliau termasuk orang yang shaleh (Qs. 6:85), dimana
keshalehannya bisa menjadi contoh bagi umatnya. Sedangkan mengenai masalah
ketuhanan, Yesus tidak pernah menyuruh umatnya untuk menjadikan dirinya dan
juga ibunya sebagai Tuhan (Qs. 5:116-117). Justru telah menyuruh umatnya untuk
menyembah Allah saja (Qs. 19:36). Oleh karena itulah, akhirnya Nabi Isa pun diselamatkan
oleh Allah dari hukuman penyaliban (Qs.4:157-158)
Kisah Nabi Isa
tidak saja di dalam Al-Qur’an, melainkan di dalam hadis yang telah disampaikan
pula sabdanya Nabi Muhammad. Contohnya, di dalam Hadis riwayat Muslim, beliau hanyalah
seorang hamba Allah.8 Bahkan di
akherat kelak, Yesus tidak mampu memberikan syafaat kepada orang lain. Justru
beliau menyuruh orang yang meminta syafaat tersebut untuk menemui dan meminta
syafaatnya kepada Nabi Muhammad.9
Dari adanya
pengisahan Yesus atau Nabi Isa menurut Yahudi, ternyata Yesus begitu sangat
direndahkan. Sedangkan Yesus menurut agama Kristen, ternyata telah menempatkan ke
tempat yang paling tertinggi, yaitu telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang
memiliki banyak gelar. Adapun di dalam Islam, Yesus tidak direndahkan dan tidak
pula dilebih-lebihkan. Dalam Islam, beliau diyakini sebagai utusan Allah. Dan
yang paling terpenting, Yesus menurut Islam ternyata tidak diyakini sebagai
Tuhan.
Sumber:
1. https://www.thearamaicscriptures.com/matthews-gospel.html
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
2. https://aish.com/why-jews-dont-believe-in-jesus/
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
3. https://www.ancientjewreview.com/read/2014/12/25/a-quick-introduction-to-toledot-yeshu
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
4. https://www.sefaria.org/Sotah.47a.16?lang=bi
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
5. https://www.sefaria.org/Gittin.57a.4?lang=bi
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
6. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 2, (Jakarta: Yayasan
Komunikasi Bina Kasih, 2016), hal. 583
7. Idem., hal. 588-598
8. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/2:41
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
9. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/2:284
diakses pada Tanggal 10 Desember 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar