
Apakah diperbolehkan seorang Muslim menjawab salamnya dari orang kafir (non-Muslim)? Jika diperbolehkan menjawab salam dari non-Muslim, lalu seperti apakah cara menjawab salamnya? Dan apakah diperbolehkan pula umat agama Kristen menjawab salam dari non-Kristen?
Hampir
setiap agama dan bangsa memiliki salam tersendiri dalam menghormati saudara,
teman atau orang lain. Begitu pun dalam Islam. Namun dalam Islam, memiliki
aturan tersendiri dikarenakan salam tersebut merupakan suatu ucapan yang berisi
doa. Adapun menyampaikan salam kepada orang kafir (non-Muslim), Nabi Muhammad telah
bersabda: “Janganlah kalian memulai salam
terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani…” (Hadis Shahih dari Sunan Tirmidzi 2624). Berdasarkan hadits
tersebut, ketika ada orang kafir yang memberikan salam kepada seorang Muslim,
bukan berarti seorang Muslim harus menjawab salam mereka, sebagaimana halnya
kepada sesama Muslim. Ketika orang-orang non-Muslim memberikan salam kepada
seorang Muslim, maka haruslah ia menjawab: wa’alaikum (dan begitu juga kamu),
sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad: “Jika Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, maka jawablah: Wa'alaikum.”
(Hadits Shahih dari Muslim 4024).
Untuk mengetahui perbedaan antara akidah Muslim & kafir, bisa anda cek disini.
Dalam
Islam, menjawab salam terhadap orang kafir seperti di atas, bukanlah sebuah
sikap intoleransi. Karena jauh sebelum kita lahir ke dunia, apa yang disabdakan
oleh Nabi Muhammad tersebut, telah lebih dulu disampaikan dan dilakukan. Dan
jika menjawab salam seperti itu dianggap sebagai sikap yang intoleran, lalu
bagaimana dengan menjawab salam yang ada pada agama Kristen, misalnya? Karena di
dalam Bible, kita bisa menemukan adanya ayat yang seperti ini: “Jikalau seorang datang kepadamu dan ia
tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan
janganlah memberi salam kepadanya” (2 Yohanes 1:10). Dari ayat itu, kita
bisa memahami adanya sikap pengecualian dalam menjawab salam. Bahkan, ketika
seseorang tetap menjawab salam dari orang lain yang tidak membawa ajaran yang
sama, maka ia akan dianggap mendapatkan bagian dari perbuatan jahat orang
tersebut. Adapun ayatnya adalah sebagai berikut: “Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam
perbuatannya yang jahat” (2 Yohanes
1:11).
Dari
adanya perbandingan dalam menjawab salam kepada orang lain (yang berbeda keyakinan),
baik menurut Islam maupun Kristen, tentunya anda semua bisa menilai sendiri, mana
yang intoleran dan mana yang tidak. Mungkin di antara anda ada yang berpandangan,
bahwa dalam Islam ada ulama yang berbeda pendapat dalam menjawab salam kepada
non-Muslim (orang kafir), yaitu diperbolehkannya seorang Muslim menjawab
salamnya orang kafir, sebagaimana ia menjawab salamnya Muslim lain. Bagi kami,
tidak ada satu hadits pun mengenai hal itu. Jika menurut anda ada hadits
shahihnya, maka silakan anda sampaikan. Karena kami, lebih mengedepankan Al-Qur'an dan Sabdanya Nabi Muhammad, daripada pendapatnya para ulama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar