2024/12/11

Biografi Imam Bukhari Dan Karyanya

 

biografi lengkap imam bukhari dan karyanya

Oleh: Bang Data.


Di artikel kali ini, kami membahas seorang ahli hadis yang sangat terkenal, yaitu Imam Bukhari. Tidak hanya sekedar membahas tentang sejarah biografinya Imam Bukhari secara lengkap dan sederhana. Melainkan, menampakan pula berbagai karyanya Imam Bukhari itu sendiri.

Nasabnya Imam Bukhari  

Dia adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah. Bardizbah yang merupakan leluhur tertuanya adalah seorang pemeluk Majusi. Namun anaknya yang bernama Al-Mughirah, memeluk Islam di bawah bimbingan al-Yaman al-Jafi, seorang Gubernur Bukhara. Dan ayahnya Bukhari adalah seorang ulama besar ahli hadis, dimana ayahnya itu belajar hadis-hadisnya dari para ulama Irak. Riwayat hidupnya telah dipaparkan oleh Ibn Hibban dalam kitab As-Tsiqat, begitu juga putranya, Imam Bukhari, membuat biografinya dalam at-Tarikh al-Kabir. Imam Bukhari dilahirkan di Bukhara, 13 Syawal 94 Hijriah atau 20 Juli 810 Masehi.1 Ayahnya Bukhari meninggal dunia, ketika ia masih kecil dan telah meninggalkan banyak harta bagi keluarganya. Hingga akhirnya, ia pun dirawat dan dididik oleh ibunya. 

                        

Kecerdasannya Imam Bukhari

Kecerdasannya sudah mulai terlihat ketika ia masih kecil. Di usianya yang sepuluh tahun, ia telah banyak menghafal hadis. Kemudian di usianya yang ke enam belas, ia sudah menghafal kitab susunan Ibn Mubarak dan Waki, serta mengetahui pendapat dari para penganut paham rasional, termasuk dasar-dasar dan mazhabnya. Pada tahun 210 H atau 826 M, ia menunaikan ibadah haji bersama ibu dan saudaranya. Hingga akhirnya, ia pun tinggal di Mekah, dimana Mekah kala itu merupakan salah satu pusat ilmu yang penting di Hijaz. Dan sewaktu-waktu, ia pun pergi ke Madinah. Di kedua kota itulah, akhirnya ia berhasil menyusun dasar-dasar kitab Al-Jami as-Shahih dan juga pendahuluannya. Tidak hanya itu, ia pun menulis pula kitab Tarikh Kabir.

Karena kelebihan yang telah Allah berikan kepada Bukhari, sebagian orang merasa iri dan dengki kepadanya, hingga meniupkan fitnah kepada Imam Bukhari. Mereka menuduh Bukhari, sebagai orang yang telah berpendapat, bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Namun demikian, ia bisa terbebas dari fitnah tersebut ketika menjawab pertanyaan, apakah lafazh yang ada di dalam Al-Qur’an itu makhluk ataukah bukan. Dari adanya pertanyaan itu, ia menjawab, bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid’ah. Di usia 62 tahun kurang 13 hari, akhirnya Imam Bukhari pun meninggal dunia pada malam Idul Fitri di tahun 256 H atau 870 M.

 

Para Guru dan Muridnya Imam Bukhari

Pengembaraannya ke berbagai negeri telah mempertemukan Imam Bukhari dengan banyak guru yang berbobot, dimana ia telah menuliskan banyak hadis yang diterima dari 1.080 guru yang semuanya adalah ahli hadis. Di antara guru-gurunya adalah Ali ibn Al-Madini, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in, Muhammad ibn Yusuf al-Baikandi, dan lain-lain. Tidak hanya memiliki banyak guru, Imam Bukhari pun memiliki banyak murid. Di antaranya adalah Muslim bin Al-Hajjaj, Tirmidzi, Nasa’I, Ibn Khuzaimah, Ibn Abu Daud, Muhammad bin Yusuf al-Firabri, Ibrahim bin Ma’qil al-Nasafi, dan lain-lain.

 

Karyanya Imam Bukhari

Allah telah memberikan kepadanya anugerah yang begitu besar, hingga bisa menghafal hadis di luar kepala sebanyak 100.000 hadis shahih, dan 200.000 hadis yang tidak shahih. Maka tidak mengherankan, jika beliau mampu menghasilkan banyak karya. Adapun karyanya Imam Bukhari yang paling masyur adalah:

1. Al-Jami as-Sahih (Sahih Bukhari)

2. Al-Adab al-Mufrad

3. At-Tarikh as-Sagir

4. At-Tarikh al-Awsat

5. At-Tarikh al-Kabir

6. At-Tafsir al-Kabir

7. Al-Musnad al-Kabir

8. Kitab al-‘Ilal

9. Raf’ul Yadain fis-Salah

10. Biirul Walidain

11. Kitab al-Asyribah

12. Al-Qira’ah Khalf al-Imam

13. Kitab ad-Du’afa

14. Asami as-Sahabah

15. Kitab al-Kuna.2

 

Imam Bukhari adalah orang yang tidak tertandingi hafalan hadisnya, baik sanad atau matannya, serta mampu membedakan yang shahih dengan yang tidak. Ketika Imam Bukhari berada di Samarkand, ia pernah diuji oleh para ahli hadis yang berjumlah 400 orang. Mereka memberikan hadis kepada Imam Bukhari, namun sanad satu hadis dengan hadis yang lainnya dicampur. Dan ternyata, beliau berhasil membetulkan hadis tersebut dengan susunan sanad yang benar. Hingga akhirnya, para ahli hadis pun tidak menemukan sama sekali kesalahan dalam sanad dan matan hadisnya.3



Sumber:

1. https://rukyatulhilal.org/konversi/ untuk mengetahui cara mengkoversi dari tahun Masehi ke Hijriah, bisa anda gunakan di website tersebut.

2. Muhammad Muhammad Abu Syuhbah, Kitab Hadis Shahih Yang Enam, (Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa, 1994), hal. 35-38; 40-41; 45

3. Muhammad Abu Zahw, The History of Hadith: Historiografi Hadits Nabi Dari Masa Ke Masa, (Depok: Keira Publishing, 2017), hal. 304

Tidak ada komentar:

Posting Komentar