Yesus adalah seorang tokoh sejarah yang pernah eksis di dunia ini. Oleh karena itu, kisah kelahiran Yesus pun telah tersiar di berbagai sumber, seperti di Yahudi, Kristen dan Islam. Bahkan, berbagai kitab Injil Apokrip pun menggambarkan pula berita tentang kelahiran Yesus Kristus. Lalu seperti apakah cerita kelahiran Yesus menurut berbagai sumber tersebut?
Cerita
Kelahiran Yesus Menurut Yahudi
Di
masa kerajaan Romawi, telah terjadi ketegangan antara orang Yahudi dan Romawi.
Ketika Yahudi hidup di bawah kekuasaan Romawi, mereka mau tidak mau harus
membantu Romawi, selain sibuk menafsirkan Torah. Banyak kebijakan dari Romawi
dan Imam Besar yang telah membuat orang Yahudi merasa tidak puas, hingga
akhirnya melakukan pemberontakan terhadap Romawi. Karena tidak mampu melawan
kekuatan besar Romawi, tidak sedikit dari mereka yang mengharapkan kedatangan
Mesias dan berharap mampu melepaskan mereka dari cengkeraman bangsa Romawi.
Bagi sebagian orang Yahudi, Mesias adalah keturunan dari raja Daud yang akan
mewarisi kerajaan yang abadi. Sedangkan orang Yahudi lainnya mengharapkan nabi
Elia, atau Henokh, atau malaikat Michael atau sejumlah tokoh lainnya untuk
mengantarkan mereka masuk ke zaman mesianik.1
Meski
Yesus telah melakukan banyak keajaiban, namun hal itu tidak membuat semua orang
Yahudi menerimanya sebagai Mesias. Bahkan, Yesus dianggap sebagai anak dari
hasil hubungan yang tidak sah (anak haram). Misalnya Celcus, di dalam On the
True Doctrine, dimana karyanya tersebut diteruskan oleh Origen, menyatakan
bahwa Maria adalah orang miskin yang bekerja di Mesir, dimana ia telah diusir
oleh suaminya yang berprofesi sebagai tukang kayu. Ia diusir karena telah
melahirkan seorang anak dari hasil hubungan gelap. Sama halnya dengan kisah
Celcus, Talmud Babilonia pun telah mengisahkan Yesus sebagai Ben Pandera. Dalam
Talmud tersebut, Yesus dituding oleh Yahudi telah memiliki dua orang ayah. Dan
menganggap ibunya telah melakukan hubungan terlarang dengan orang lain. Padahal
sebelumnya, ia masih berstatus istri orang.2
Sejarah
Kelahiran Yesus Menurut Kristen
Jika membahas tentang kisah kelahiran Yesus menurut agama Kristen, tentunya hal itu tidak bisa terlepas dari cerita yang
terdapat di dalam Biblos atau Bible. Mengenai cerita kelahiran Yesus, Matius
1:18-2:1 mengisahkan, bahwa Maria tengah bertunangan dengan Yusuf. Dan sebelum
keduanya menikah, Maria tengah mengandung. Hingga akhirnya, malaikat Tuhan pun
mendatangi Yesus melalui mimpi agar ia untuk tidak takut menikahi Maria yang
tengah mengandung. Hingga akhirnya, Yusuf pun menikahi Maria. Sebagaimana
narasi di dalam Matius, meskipun keduanya sudah menikah tetapi keduanya tidak bercampur.
Dan di masa Raja Herodes, menurut Matius, Yesus dilahirkan di kota Betlehem.
Sedangkan cerita kelahiran Yesus menurut Injil
Lukas, sebelum Yesus dilahirkan, malaikat Tuhan telah mendatangi Maria dan
menginformasikan jika ia akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yesus
(Lukas 1:26-31). Kita tidak mendapatkan informasi mengenai cara malaikat
mendatangi Maria, apakah dengan cara menampakan diri layaknya seperti manusia
atau seperti apa. Meskipun demikian, informasi mengenai cara malaikat Tuhan mendatangi
Maria dan Yusuf, ternyata kisahnya berbeda. Menurut narasi Injil Lukas, Yesus
dilahirkan di Betlehem pada masa Kaisar Agustus, dimana kala itu, Gubernurnya
Siria, Kirenius, sedang melakukan sensus penduduk (Lukas 2:1-6). Jika Matius
dan Lukas mengisahkan tentang kelahiran Yesus, lalu bagaimana dengan kitab Injil Markus dan Yohanes? Ternyata keduanya membisu dalam menarasikan kelahiran Yesus
Kristus.
Mengenai Maria yang telah melahirkan Yesus, menurut
Kristen Protestan, Yesus telah dilahirkan oleh seorang perempuan yang masih
perawan, yang bernama Maria. Sedangkan menurut Katolik, Yesus tidak saja
dikandung oleh anak dara yang bernama Maria, melainkan Yesus dilahirkan secara mukjizat
oleh Maria. Maksudnya, meski Maria telah melahirkan Yesus, Maria masih tetap sebagai
perempuan yang perawan.3 Meskipun pernikahan
antara Maria dan Yusuf memiliki perbedaan usia yang sangat jauh, hingga puluhan
tahun jaraknya, namun di dalam Bible, tidak ada narasi yang bernada kecaman
atau penghinaan terhadap Maria dan Yesus, sebagaimana yang telah dinarasikan di
dalam Talmud Babilonia dan Celcus. Karena menurut Katolik, saat keduanya
menikah, Yusuf telah berusia sembilan puluh tahun. Sedangkan usia Maria kala
itu, berusia dua belas hingga empat belas tahun.4
Dan jika seandainya itu benar-benar terjadi, tentunya kita sebagai orang yang
bijak, tidak akan pernah menganggap Yusuf sebagai seorang pedofil, yang
menggunakan kacamata modern dalam menilai kebudayaan di zaman dulu. Karena
kebudayaan mereka kala itu berbeda dengan kebudayaan kita saat ini. Tentu saja,
sikap tersebut pun harus diterapkan pula oleh Kristen ketika memandang
pernikahan antara Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah.
Kisah
Kelahiran Yesus Menurut Islam
Berita tentang kelahiran Yesus atau
Nabi Isa di dalam Al-Qur'an, dimulai pada surat Maryam. Ketika Maryam sedang
mengasingkan diri dari keluarganya, Maria merasa kaget dan merasa was-was, jika
sosok yang mendatangi dalam bentuk manusia tersebut akan mengganggunya (Qs.
9:16-8). Karena bagi Maria yang tidak megetahui siapa sosok yang mendatanginya
itu, merasa keheranan. Karena bagaimana mungkin tempat yang telah ia tutup rapat
bisa sampai orang lain datang dan menemuinya seorang diri. Masih dalam perasaan
kaget bercampur was-was akhirnya keduanya pun terjadi obrolan dua arah.
Malaikat menyampaikan, jika Maria akan mengandung seorang anak yang suci, bukan
didapatkan dari hasil senggama. Sontak saja, informasi tersebut membuat Maria semakin
cemas. Karena ia belum pernah menikah dan bukan pula sebagai perempuan yang
nakal. Dan malaikat pun menyampaikan, bahwa hal itu mudah bagi Allah. Di
samping, memberikan kelebihan dari anak yang akan ia lahirkan tersebut.
Akhirnya, Maria pun mengasingkan diri ke tempat yang jauh (Qs. 19-22). Dan
menurut Al-Qur’an, Nabi Isa atau Yesus lahir di sekitaran pohon kurma, yang di
dekatnya ada sungai (Qs. 19:23-26).
Cerita
kelahiran Yesus di dalam Al-Qur’an, tidak menyertakan sama sekali nama Yusuf di
dalamnya. Dan tidak ada pula kisah, bahwa Maria telah bertunangan atau menikah
dengan seorang laki-laki manapun. Dan sepanjang yang kami ketahui, di dalam hadis, Nabi Muhammad tidak pernah mengisahkan sama sekali di dalam sabdanya, membahas tentang proses kelahiran Yesus seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
Berita
Kelahiran Yesus Menurut Apokrifa
Cerita
kelahiran Yesus tidak saja dikisahkan di dalam Injil Matius dan Lukas. Namun,
dikisahkan pula oleh Injil-Injil Apokrif. Menurut Injil Bahasa Arab Tentang
Masa Kecil Sang Penyelamat, bahwa Yesus dilahirkan di dalam gua. Menurut Injil
tersebut, bahwa Yesus lahir di tahun 309 (SM) era Aleksander, di masa Agustus.
Selain mengikutsertakan Yusuf, Injil ini pun menggandeng pula seorang perempuan
tua dari Yerusalem (aonim) dalam membantu persalinannya Maria ang akan
membaringkan Yesus di atas palungan.5
Dan di dalam Injil tersebut, kita tidak mendapatkan adanya narasi, bahwa sebelum
Maria melahirkan, malaikat telah mendatangi Maria maupun Yusuf.
Selain
Injil Apokrif di atas, Proto Injil Yakobus pun menceritakan pula tentang
kelahiran Yesus/ Menurut Injil tersebut, sebelum Maria melahirkan, malaikat
telah mendatangi dan menginformasikan tentang akan adanya kehamilan yang akan
dialami oleh Maria dan memberikan nama bagi bayinya itu dengan nama Yesus. Menurut
Injil tersebut, Pada saat Yusuf mendapati Maria tengah hamil besar di usianya
yang enam belas tahun, Yusuf murka dan memukul mukanya hingga mengakibatkan tubuh
Maria terjatuh di atas kain karung dan menangis tersedu-sedu. Dalam Injil ini,
Maria dinarasikan sebagai perempuan yang melahirkan di dalam gua. Sama halnya
dengan kisah yang terdapat pada Injil Bahasa Arab di atas, selain nama Yusuf, seorang
bidan yang anonim pun diikutsertakan di dalam kisah kelahiran Yesus.6
Untuk
kitab Apokrif terakhir ini, yaitu Injil Pseudo Matius, malaikat telah mendatangi
dan mengabarkan kelahiran seorang anak kepada Maria, di tempat mata air. Dan di
pertemuan kedua, malaikat yang menyerupai seorang laki-laki mendatangi dan
mengabarkan kembali Maria pada saat ia di rumah. Tidak saja mendatangi Maria,
malaikat pun mendatangi pula ke Yusuf melalui mimpinya agar Yusuf mengambil
Maria sebagai istrinya dan sekaligus meluruskan tudingan yang telah Yusuf
tudingkan sebelumnya kepada Maria. Dan menurut Injil ini, bahwa Maria
melahirkan di masa Kaisar Agustus, dimana gubernur Sirianya kala itu adalah
Cyrinus. Berdasarkan Injil ini, Yesus dilahirkan di dalam gua, dimana sebelum
Yesus lahir, Yusuf telah membawa dua orang bidan yang bernama Zelomi dan
Salome ke dalam gua. Dan menurut Zelomi, ketika Maria sedang melakukan persalinan, Maria
tidak mengalami pendarahan, rasa sakit dan Maria pun masih dalam keadaan perawan.7
Kesimpulan
Adanya ragam cerita mengenai
persalinan Maria dan kelahiran Yesus, telah memberikan warna tersendiri.
Tentunya, dari kisah kelahiran Yesus yang beragam tersebut, ada perbedaan dalam
banyak hal. Namun menurut anda, kisah mana yang sesuai dengan fakta sejarah? Kami
serahkan jawabanya kepada anda. Karena di artikel ini, kami hanya menarasikan berbagai
kisah yang ada di dalam berbagai sumber, tanpa menjustifikasi berita kelahiran Yesus di sumber manapun. Adapun
tentang waktu dan tempat kelahiran Yesus menurut pendekatan sejarah, kelak akan
kami angkat artikelnya di kemudian hari. Dan semoga Allah mengizinkan.
Sumber:
1. https://www.myjewishlearning.com/article/what-do-jews-believe-about-jesus/
Di akses pada Tanggal 31 Desember 2024.
2. https://www.thetorah.com/article/the-jewish-origins-of-the-christmas-story
Di akses pada Tanggal 31 Desember 2024.
3. Ensiklopedia
Alkitab Masa Kini Jilid 1, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2016), hal.
628
4. https://www.catholic.com/encyclopedia/joseph-saint
Di akses pada Tanggal 31 Desember 2024.
5. https://www.slideshare.net/slideshow/injil-bahasa-arab-tentang-masa-kecil-sang-penyelamat/65376857
Di akses pada Tanggal 31 Desember 2024.
6. https://www.slideshare.net/slideshow/injil-yakobus-book-of-james-protoevangelium/65379494
Di akses pada Tanggal 31 Desember 2024.
7. https://www.slideshare.net/slideshow/injil-pseudomatius/65379732
Di akses pada Tanggal 31 Desember 2024.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar