
Pada umumnya, Muslim memahami bahwa asal-usul kata Qur’an berasal dari qara’a. Namun pada kenyataannya, arti dari asal kata Al-Qur’an di kalangan para ulama memiliki perbedaan. Demi menambah wawasan anda, kami ulas secara sederhana mengenai asal kata dari Al-Qur’an tersebut, termasuk perbedaan pendapat di dalamnya.
Kitab Al-Qur’an adalah kitab sucinya umat Islam. Namun demikian, telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan para pakar bahasa Arab atau ahli Al-Qur’an mengenai asal-usul kata Al-Qur’an itu sendiri. Adanya perbedaan mengenai asal-usul kata Al-Qur’an, pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua kelompok:
Pendapat pertama, Al-Qur’an adalah isim ‘alam (kata benda) yang tidak
diambil dari kata apa pun. Menurut Asy-Syafi’i, kata Qur’an yang kemudian
dima’rifatkan dengan alim lam (al), tidak diambil dari kata apa pun, mengingat
dia adalah nama khusus yang diberikan oleh Allah untuk nama kitab-Nya yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad semisal Zabur, Taurat, dan Injil yang
masing-masing diturunkan kepada Nabi Daud, Nabi Musa, dan Nabi Isa.
Pendapat
kedua, kata Qur’an yang kemudian
dimakrifatkan dengan alif lam (al), itu adalah isim musytaq (kata jadian) yang
diambil dari kata lain. Hanya saja mereka berlainan pendirian mengenai kepastian
asal kata Al-Qur’an itu. Ada yang menyatakan diambil dari kata qara’in – jamak
dari qarinah ( قرينة ), yang berarti
indikator. Dan ada pula yang menduga berasal dari qarana dan al-qar’u/al-qaryu
( القرء/القري
) yang masing-masing artinya berarti menggabungkan dan kumpulan/himpunan, di
samping juga berarti kampung (kumpulan rumah-rumah).
Tidak sama dengan beberapa pendapat yang baru saja
disinggung, para ahli ilmu Al-Qur’an pada umumnya berasumsi bahwa kata
Qur’an terambil dari kata qara’a yang secara harfiah berarti bacaan. Tidak
hanya itu, qara’a pun mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qira’ah
berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu
ucapan yang tersusun rapih. Sebagian ulama menyebutkan, bahwa penamaan kitab
ini dengan nama Qur’an di antara kitab-kitab Allah itu karena kitab ini
mencakup dari kitab-kitab-Nya, bahkan mencakup inti dari semua ilmu. Hal
itu diisyaratkan dalam firman-Nya: “…Dan
Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu…”
(Qs. 16 : 89). Dan firman-Nya: “…Tidak
ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab (Al-Qur’an)…“ (Qs. 6 :
38).
Bagi kami, adanya perbedaan pendapat tentang arti dan asal
kata Al-Qur’an, itu semua terjadi karena adanya perbedaan dalam melakukan pendekatan,
baik itu menggunakan pendekatan secara bahasa maupun dalil naqli. Tentu saja,
setiap Muslim boleh memilih pendapat mana yang paling kuat menurutnya dalam menetapkan
asal-usul Al-Qur’an tersebut, tanpa harus menolak pendapat yang lain. Karena
sepanjang yang kami ketahui, Nabi Muhammad dan para sahabatnya belum pernah
mengulas tentang apa yang kita bahas saat ini.
Sumber:
1. Muhammad Amin Suma, Ulumul Qur’an, (Jakarta: Raja
Grafindo Persada, 2013), hal 19-20.
2. Manna’ Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,
(Bogor: Litera Antarnusa, 2016), hal. 16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar