2024/12/21

Pencatutan Nama Alkitab Oleh Kristen

 

asal usul istilah alkitab kristen

Oleh: Bang Data.


            Di dalam buku-buku Kristen, penjelasan mengenai asal kata Alkitab itu berasal mana, terlihat begitu jarang atau langka dibahas oleh pihak Kristen sendiri. Hingga dalam konteks di negara Indonesia saat ini, bahwa kata Alkitab terkesan sebagai nama yang hanya ditujukan bagi kitabnya agama Kristen. Adapun di dalam artikel kali ini, kita akan menelusuri tentang asal-usul istilah Alkitab, yang hingga akhirnya istilah tersebut digunakan oleh Kristen yang ada di Indonesia.

Bukti Ketidaktahuan Kristen Mengenai Asal Kata Alkitab

            Agar lebih valid mengetahui asal-usul istilah Alkitab, mari kita cermati penjelasannya Ensiklopedia Alkitab Masa Kini.1 Menurut ensiklopedia, bahwa Alkitab merupakan nama kumpulan kitab-kitab yang diakui sebagai kanonik, dan diakui sebagai Firman Allah oleh gereja Kristen. Nama ini, yang berdasarkan pemakaian kata Yunani (yaitu) Biblia (jamak, buku-buku) bagi keseluruhan kumpulan kitab-kitab itu seolah-olah satu kitab saja. Dari adanya penjelasan dari ensiklopedia tersebut, terlihat masih belum ada kejelasan mengenai asal-usul kata Alkitab. Bahkan dari penjelasan tersebut telah disertai adanya syarat, yaitu kumpulan kitab-kitab kanonik yang diakui sebagai Firman Allah oleh gereja. Tentunya hal tersebut memunculkan masalah baru dan juga pertanyaan, Alkitab versi mana yang diakui oleh pihak gereja, apakah Alkitab dari versi Gereja Katolik Roma, ataukah dari Gereja Kristen Ortodoks, ataukah Kristen Protestan, ataukah Kristen Tewahedo atau dari gereja versi yang mana? Karena beda gerejanya, berbeda pula penetapan dari isi kitab-kitabnya.

            Mengenai darimana asal istilah Alkitab itu ada, seorang Pendeta yang sekaligus sebagai dosen di Bethesda International Seminary, yaitu Jonar Situmorang, telah memberikan pernyataannya secara jujur. Adapun pernyataannya adalah sebagai berikut: “Awalnya saya berpikir Alkitab berarti buku milik Allah, yang terdiri dari dua kata al (Allah) dan kitab (buku). Ternyata pemahaman saya ini keliru. Saya tidak mengetahui orang yang pertama kali menyebut istilah Alkitab.”2 Jonar Situmorang ternyata tidak mengetahui tentang darimana asal-usul kata Alkitab itu bisa muncul dan digunakan. Jika dosen dan pendetanya seperti itu, lalu bagaimana dengan pengetahuan dari para jemaat dan mahasiswanya?

Jika kita merujuk kepada keyakinan Kristen yang meyakini Perjanjian Barunya berasal dari Yunani, dimana lingkungannya kala itu tumbuh di tengah peradaban Romawi-Yunani, tentunya mereka harus konsisten menggunakan nama Biblos atau Biblia, bukan menggunakan nama Alkitab. Kenapa harus Biblos atau Biblia? Karena menurut Jonar, bahwa orang Romawi telah menerjemahkan buku ke dalam bahasa Yunani dengan nama Biblos atau bahasa Latinnya adalah Biblion. Jonar kembali menambahkan, adapun Biblia adalah gulungan buku yang dibuat dari papyrus yang kemudian artinya menjadi bahan untuk menulis. Sedangkan orang yag pertama kali menggunakan istilah Biblia, menurut Jonar, adalah Hieronymus yang telah menggunakan istilah Biblia dalam bahasa Latin, dimana kata itu diambil dari bahasa Yunani, yaitu Biblos.3

 

Lalu Darimana Asal-Usul Kata Alkitab Itu?    

            Istilah Alkitab merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu كتب. Dalam ilmu nahwu shorof,4 kitabun ( كتب ) merupakan istilah yang masih bersifat umum (isim nakirah). Namun lain halnya jika kitabun menggunakan alif lam ( ال ) di depannya, maka kata benda tersebut memiliki makna yang khusus (isim ma’rifat). Hingga akhirnya, kata tersebut berubah menjadi alkitabu atau alkitab (الكتب ). Sedangkan nama Alkitab merupakan nama lain dari kitab Al-Quran, Kitab Sucinya umat Islam, dimana salah satu dasarnya terdapat pada Surat Al-Baqarah ayat 2, yaitu:

 ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ              

Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”

Lalu kenapa Al-Qur'an bisa disebut dengan nama Alkitab? Al-Qur'an dinamakan dengan Alkitab karena ia ditulis dengan menggunakan pena, dimana kedua nama tersebut (Al-Qur’an dan Alkitab) telah menunjukan makna yang sesuai dengan kenyataannya.5

            Mungkin di antara pembaca ada yang berdalih, bahwa nama Alkitab telah terlebih dahulu digunakan oleh orang Kristen di Arab, jauh sebelum Islam ada di abad ke-7 Masehi. Pandangan tersebut tentunya tidak memiliki dasar sama sekali, karena di masa sebelum dan sesudah Nabi Muhammad, orang-orang Kristen di Arab kala itu tidak menggunakan Biblenya dari terjemahan bahasa Arab,6 baik untuk Biblosnya maupun untuk kitab Perjanjian Baru.7 Dan sudah barang tentu, nama kitabnya Kristen pada waktu itu tidak menggunakan istilah Alkitab, karena Biblos baru diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di abad 9 Masehi, masa setelah Nabi Muhammad. Dan itu semakin terbukti setelah adanya penemuan codex 151 di gunung Sinai, yang ternyata dibuat pada tahun 867 M.8

           

            Dari adanya penjelasan di atas, maka penggunaan istilah Alkitab bagi kitabnya umat Kristen, hal itu tidaklah tepat. Karena berdasarkan aspek sejarah, justru penggunaan istilah Alkitab tersebut merujuk kepada nama lain dari Al-Qur’an, kitabnya umat Islam. Sedangkan nama asli Akitab, kitabnya umat Kristen, adalah Biblos atau Biblia atau Biblion, bukan Alkitab. Jadi menurut anda, pihak mana yang telah menjiplak istilah Alkitab, Kristen ataukah Islam? Tentunya saja Kristen, yang terbukti Alkitab telah menjiplak dari Al-Qur'an, kitabnya umat Islam.

Mungkin di antara anda ada yang berkilah, bahwa nama atau bahasa tidaklah memiliki agama atau tidak bisa dimonopoli oleh agama manapun. Tentunya pandangan tersebut telah mengkerdilkan identitas keagamaan tertentu. Dan jika penggunaan nama atau istilah itu tidak bermasalah, maka sudah barang tentu ketika Kristen Protestan sedang melakukan Perjamuan Kudus, maka mereka akan menggunakan istilah dengan nama Ekaristi. Dan jika Protestan menggunakan istilah itu, tentunya akan ditentang oleh pihak Katolik Roma dan Ortodoks yang menjadi pemiliki nama tersebut.

 

Sumber:

1. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid 1, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2016), hal. 28

2. Jonar. S, Bibliologi: Menyingkap Sejarah Perjalanan Alkitab dari Masa Ke Masa, (Yogyakarta: Andi, 2017), hal. 9

3. Idem., hal. 10

4. https://www.nahwushorof.id/2021/06/isim-nakirah-dan-isim-marifat.html  Di akses pada Tanggal 21 Desember 2024.            

5. Manna’ Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, (Bogor: Litera Antarnusa, 2016), hal. 18-19

6. Karel Steenbrink, Nabi Isa Dalam Al-Qur’an: Sebuah Interpretasi Outsider atas Al-Qur’an, (Yogyakarta: Suka Press, 2015), hal. 16

7. William Montgomery Watt, Titik Temu Islam-Kristen: Persepsi dan Salah Persepsi, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1996), hal. 9

8. https://www.arabicbible.com/codex-151.html Di akses pada Tanggal 21 Desember 2024.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar