2024/12/19

Dalil Nabi Tidak Bisa Baca Tulis Ternyata Rapuh

 

nabi muhammad tidak bisa baca tulis

Oleh: Bang Data.


Permasalahan tentang apakah benar Nabi Muhammad tidak bisa baca tulis, hingga saat ini masih menjadi polemik di antara umat Islam. Menurut mayoritas Muslim, bahwa Nabi Muhammad adalah seorang ummi, yang tidak bisa membaca dan menulis. Untuk membenarkan anggapannya itu, mereka mengutarakan beberapa dalil mengenai bukti bahwa Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis. Lalu sejauh manakah kerapuhan dalil tersebut? Mari kita bahas bersama.

1. Mendapatkan Wahyu Pertama Ke Gua Hira

Dalam hadis shahih Bukhari, diungkapkan diantaranya sebagai berikut: "Permulaan wahyu yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur. Dan tidaklah Beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya subuh. Kemudian Beliau dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, lalu Beliau memilih gua Hiro dan bertahannuts yaitu 'ibadah di malam hari dalam beberapa waktu lamanya sebelum kemudian kembali kepada keluarganya guna mempersiapkan bekal untuk bertahannuts kembali. Kemudian Beliau menemui Khadijah mempersiapkan bekal. Sampai akhirnya datang Al Haq saat Beliau di gua Hiro, Malaikat datang seraya berkata: "Bacalah?" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca." Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca." Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)."1

Pada hadis di atas, ketika Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad, tentunya Allah sudah mengetahui terlebih dahulu kapasitas Nabi Muhammad, apakah beliau bisa membaca ataukah tidak. Jika Nabi tidak bisa membaca, lalu mengapa Malaikat Jibril menyuruhnya untuk membaca (iqra)?

Bagi pihak yang pro bahwa Nabi Muhammad bisa membaca, mereka berpendapat, bahwa di hadapan Nabi, Malaikat Jibril telah membawa secarik kertas yang berisi tulisan. Menurut logika mereka, menyuruh sesuatu berarti yang disuruh bisa melakukan sesuatu, terlebih yang menyuruhnya adalah Allah melalui Malaikat Jibril, dimana Allah Maha Mengetahui. Namun bagi kami, dalil harus didahulukan daripada akal. Karena jika akal diterapkan terlebih dahulu, sudah barang tentu agar kaki lebih bersih saat berwudhu, Nabi akan melepaskan kedua sepatunya ketika sedang berwudhu menggunakan air. Namun nyatanya, beliau tidak melepaskan dan bahkan mengusap sepatunya.2 Dan sepanjang yang kami ketahui, ketika Malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada beliau (dari awal sampai akhir), tidak ada satu dalil pun yang menyatakan, bahwa Malaikat Jibril pernah membawa secarik kertas yang berisi tulisan dalam menyampaikan wahyu dari Allah kepada beliau. Namun di sisi lain, hadis di atas justru dijadikan dalil oleh pihak yang meyakini, bahwa Nabi Muhammad adalah seorang ummi, dimana makna ummi disana adalah buta huruf.

Lalu bagaimana mengkompromikan dua pendapat di atas? Tentunya, maksud Malaikat Jibril pada hadis di atas yaitu Jibril mengharapkan agar beliau mengikuti dan menghafal atas wahyu yang diterima oleh Malaikat Jibril. Namun, karena beliau kaget dan pertama kali bertemu, maka akhirnya beliau menjawab: “aku tidak bisa baca”. Padahal, ada wahyu yang belum beres disampaikan oleh Jibril yang belum diketahui oleh beliau. Tapi seketika, Nabi malah menjawab suruhan baca itu (iqra). Oleh karena itulah, maka akhirnya tubuh beliau pun didekap erat oleh Jibril. Dan suatu hal yang wajar atas apa yang dilakukan oleh Nabi, karena keduanya baru bertemu pertama kali.

Mungkin ada yang berdalih, kenapa Malaikat Jibril sebelum menyampaikan wahyu dari ayat pertama di surat Al-Alaq tidak menyampaikan terlebih dahulu ke Nabi dengan kalimat: “hai Muhammad, dengarkan dan ikutilah wahyu Allah yang akan ku ucapkan ini. Dan jangan dulu kamu menyelanya” Tentu saja, kalimat seperti itu atau kalimat sejenisnya, Malaikat Jibril bisa dianggap telah menambahkan Firman Allah. Jadi terkait hadis di atas, bahwa hadis itu tidak bisa dijadikan sebagai dalil, bahwa Nabi Muhammad bisa membaca dan tidak bisa pula dijadikan dalil lain, bahwa Nabi Muhammad tidak bisa baca-tulis.

                                                           

Makna Ummi Di Dalam Al-Qur’an

Ada dua ayat di dalam Al-Qur'an, yang di dalam kata ummi, yaitu Surat Al-Anfal ayat 57 dan Al-Jumuah ayat 2. Selain kedua ayat itu, ada pula ayat lain yaitu Surat Al-Ankabut ayat 48, dimana di dalamnya dianggap telah mengindikasikan bahwa Nabi Muhammad seorang ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Perlu diketahui, bahwa kata ummi tidak bermakna Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis. Karena kata ummi di kalangan para ulama telah memiliki perbedaan dalam penafsirannya.3 Pertama, ummi yakni orang-orang Arab, baik yang bisa membaca dan menulis, maupun yang tidak. Kedua, ummi artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab. Ketiga, bukan kaum terpelajar dan bukan kaum yang mempunyai sejarah peradaban yang tinggi. Meski mereka tidak pandai membaca dan menulis, namun ingatan mereka kuat.

                

 Dari adanya penjelasan di atas, khususnya mengenai Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, ternyata begitu rapuh dalil-dalilnya. Dan bagi kami, ada lain yang menandaskan, bahwa Nabi Muhammad bisa membaca dan menulis. Apa saja dalilnya? Insya Allah akan kami utarakan di lain waktu.   

 



Sumber:

1. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/1:3 Di akses pada Tanggal 19 Desember 2024.

2. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/1:5352 Di akses pada Tanggal 19 Desember 2024.

3. https://tanwir.id/menyingkap-makna-dibalik-kata-ummi-dalam-qs-surah-al-jumuah-2/  Di akses pada Tanggal 19 Desember 2024.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar