2024/12/07

Umat Islam Penyembah Dewa Bulan?

 

simbol bulan sabit

Oleh: Bang Data.


Ada tudingan dari segelintir orang, bahwa umat Islam penyembah Dewa Bulan (pagan). Menurut mereka, Muslim menyembah/mengkultuskan Dewa Bulan dikarenakan telah menggunakan simbol bulan sabit yang ada di atas kubah Masjid. Lalu seperti apakah sejarah penggunaan simbol bulan sabit, khususnya pada mitologi Mesopotamia, Mesir Kuno, Yunani dan Romawi Kuno? Dan mengapa, hingga saat ini Kristen Ortodoks dan juga Gereja Katolik Roma menggunakan simbol Bulan Sabit tersebut?

Simbol Bulan Sabit Di Zaman Pra-Islam

Penggunaan simbol bulan sabit yang paling awal yaitu di Mesopotamia kuno, di mana bulan sabit melambangkan dewa bulan, yaitu Sin (yang dikenal sebagai Nanna). Lambang Bulan sabit dianggap sebagai dewa yang kuat, yang melambangkan tentang siklus bulan dan pengaruhnya terhadap waktu dan pertanian.1 Adanya pengkultusan terhadap dewa bulan tidak saja terjadi di Mesopotamia kuno, melainkan terjadi pula di Mesir kuno yang menganggap Isis sebagai Dewi Bulan. Dalam dunia Mesir kuno, Isis telah diyakini sebagai Ibu yang agung, dewi penyembuhan dan ilmu sihir.2 Isis sudah menjadi Dewi Bulan selama ribuan tahun. Dan orang pertama yang menghubungkan Isis dengan bulan adalah Manetho, dimana ia sendiri sebagai seorang pendeta Mesir yang hidup sekitar abad ke-3 SM.3

Ada beberapa kuil di Aleksandria (Mesir) yang didedikasikan untuk Isis, hingga akhirnya kultus mengenai Isis pun menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi. Bahkan, gambar-gambar Isis yang tengah menyusui Horus pun telah mempengaruhi para seniman Kristen awal dalam menggambarkan Bunda Maria dengan seorang bayi yang bernama Yesus Kristus.4

   

Untuk mengetahui tentang adanya tudingan & sanggahannya mengenai Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dari setan, bisa ada baca artikelnya disini.


Adanya pemujaan terhadap Dewi Bulan tidak saja terjadi pada kebudayaan Mesopotamia dan Mesir kuno, melainkan merambah pula ke dalam kebudayaan Yunani Kuno. Meski Yunani kuno meyakini Dewa Isis, namun dewi ini telah mengalami pergeseran fungsi atau manfaatnya bagi masyarakat Yunani Kuno. Di mitologi Yunani kuno, bulan sabit melambangkan keberuntungan dan perlindungan. Adapun yang paling sering dikaitkan dengan Dewi Bulan di zaman Yunani kuno adalah Artemis, yang diyakini sebagai dewi perburuan, bulan dan alam liar. Tidak saja Artemis, Selene dan Hekate pun diyakini pula sebagai Dewi Bulan. Meski demiian, keduanya diyakini memiliki perbedaan dengan Artemis. Bagi masyarakat Yunani kuno, Selene diyakini bulan lunar dalam karya seni, cerita dan epos Yunani. Sedangkan Hekate, dewi lain dalam mitologi Yunani Kuno, yang dikaitkan dengan bulan sabit, yang dianggap sebagai simbol kuat dari sihir dan alam yang misterius di malam hari.5

Dalam mitologi Romawi kuno, masyarakatnya telah mengenal pula Dewi bulan sabit, yaitu Dewi Luna, yang digambarkan sebagai wanita cantik dengan bulan sabit di dahinya. Dewi Luna setara dengan Dewi Selene dalam mitologi Yunani kuno. Namun dalam mitologi Romawi kuno, Dewi Luna sering dikaitkan dengan malam yang memiliki sihir, rahasia dan penuh misteri. Tidak hanya itu, dalam alam surga, Dewi Luna diyakini sebagai penyimbang bagi saudaranya, yaitu Sol (Dewa Matahari), dimana ia diyakini telah memberikan keseimbangan secara halus antara siang dan malam.6

                                                                       

Simbol Bulan Sabit Di Kristen

Kristen telah terbukti pernah menggunakan simbol bulat sabit sebagai lambang politik, militer, dan keagamaan dari kekaisaran Bizantium.7 Bahkan pada abad pertama SM, lambang bintang dan bulan sabit telah menghiasi koin-koin yang ada di kota Byzantium. Para penulis kuno menjelaskan, bahwa simbol tersebut sebagai penghormatan kepada dewi Hekate.8 Dan hingga saaat ini, Kristen Ortodoks pun masih menggunakan simbol bulan sabit, dimana hal tersebut bisa kita lihat pada kubah gerejanya mereka. Bagi mereka, bahwa simbol tersebut melambangkan Bunda Allah.  Tidak hanya itu, bulan sabit diyakini sebagai simbol penting dari kelahiran Yesus, karena mencerminkan bentuk palungan atau ayunan tempat bayi Yesus yang ditempatkan setelah lahir di Betlehem. Inilah sebabnya mengapa cawan untuk perjamuan kudus dan tempat pembaptisan, misalnya, berbentuk setengah lingkaran.9

Tidak hanya Kristen Ortodoks, pihak Gereja Katolik Roma pun telah menggunakan simbol tersebut sebagai bagian dari peralatan liturgi dalam perayaan ekaristinya mereka, yaitu Lunula. Lunula merupakan alat yang berbentuk bulan sabit, dimana bahannya terbuat dari emas atau logam yang berlapiskan emas. Fungsinya, untuk menjepit Hosti Kudus yang ditempatkan di dalam monstrans (wadah).10 Dalam Gereja Katolik Roma, penggunaan bulan sabit tidak hanya digunakan pada Lunula. Melainkan diyakini pula sebagai simbol favoritnya Maria yang memiliki gelar Dikandung Tanpa Noda. Representasinya didasarkan pada bagian "Siapakah dia yang muncul seperti fajar, cantik bagaikan bulan di bawah kakinya" (Wahyu 12:1). Dikombinasikan dengan bulan sabit, Salib menggambarkan kemenangan Kristen di Lepanto yang diperoleh melalui perantaraan Maria.11

                                       

Simbol Bulan Sabit Di Islam

Sejak zaman Nabi Muhammad dan para sahabatnya, penggunaan simbol bulan sabit belum pernah digunakan. Adapun istilah bulan sabit yang ada di dalam Al-Qur’an, hal itu merupakan sebuah petunjuk waktu, yaitu penggunaan kalender bulan. Di samping itu, untuk menunjukan waktunya untuk melakukan ibadah haji, sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur'an, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 189: Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.”

Tidak hanya itu, bulan sabit pun menunjukan pula sebagai waktu untuk hari rayanya umat Islam, misalnya Idul Adha, sebagaimana Hadis ini: "Barangsiapa yang melihat bulan sabit Bulan Dzul Hijjah kemudian ia hendak berkurban maka janganlah ia mengambil sebagian dari rambutnya dan kukunya hingga ia menyembelihnya." (Hr. An-Nasai)12

Adapun penggunaan simbol bulan sabit, hal itu baru pertama kali digunakan sekitar abad ke-15 M.  Di masa Kekaisaran Ottoman, simbol bulan sabit dan bintang untuk pertama kalinya digunakan. Ketika Turki menaklukkan Konstantinopel (Istanbul) pada tahun 1453 M, mereka telah mengadopsi bendera dan simbol kota yang sudah ada pada saat itu, yaitu Bizantium.13 Dari pihak jajaran Kekaisaran Ottoman hingga masyarakatnya, tidak ada keyakinan dari mereka, bahwa penggunaan simbol bulan sabit sebagai bentuk implementasinya mereka dalam melakukan penyembahan kepada Allah. 

 

 Kesimpulan      

Dari adanya bukti sejarah yang ada, ternyata pihak pertama yang menggunakan simbol bulan sabit bukanlah Islam, melainkan kaum paganisme. Bahkan umat Kristen telah turut serta menggunakan simbol bulan sabit, dari dulu hingga saat ini. Jika umat Islam dianggap telah menyembah Dewa Bulan dikarenakan adanya penggunaan simbol tersebut, lalu bagaimana dengan umat Kristen Ortodoks dan juga Gereja Katolik Roma?! Apakah mereka pun layak dianggap sebagai penyembah Dewa Bulan?!

                                  


Sumber:

1.https://amuletha.com/pages/crescent-symbol?srsltid=AfmBOoqY-W2bSfo3VM4hl6lrLxVEsgH0eixxB19ya37fPfPVAmH-HfEB diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

2. https://egyptianmuseum.org/deities-isis   diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

3. https://isiopolis.com/2019/01/19/is-isis-a-moon-goddess-2/ diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

4. https://www.britannica.com/topic/Isis-Egyptian-goddess diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

5. https://cityastronomy.com/crescent-moon-symbol-spiritual-meaning/  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

6. https://historycooperative.org/luna-goddess/  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

7. https://www.britannica.com/topic/Islam  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

8. https://steemit.com/history/@mand/history-of-the-star-and-crescent  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

9. https://www.russiabeyond.com/arts/337138-crescent-orthodox-christian-cross  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

10. https://www.marinusyohanes.org/arsip/m.php?v=776  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

11. https://www.catholicculture.org/culture/library/dictionary/index.cfm?id=32873  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.

12. https://hadits.tazkia.ac.id/hadits/5:4285 diakses pada Tanggal 7 Desember 2024

13. https://fiqh.islamonline.net/en/is-crescent-moon-symbol-of-islam/  diakses pada Tanggal 6 Desember 2024.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar